Sukseslah Tanpa Penyakit Hati Yang Dinamakan Iri

Tidak peduli apa usaha kita untuk menutupi dengan senyum, perasaan iri tidak bisa menghilang dengan sendirinya. Perasaan semacam ini bisa berubah menjadi dengki yang bisa merusak kepribadian kita atau bahkan depresi. Jadi, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi perasaan iri sebelum merusak kepribadian atau bahkan psikologis kita?

 Belajarlah untuk tidak membandingkan diri kita dengan orang lain, bersyukurlah atas apa yang kita punya, dan rubahlah sudut pandang kita untuk menghilangkan rasa iri sebelum tak terkendali“.

Pahamilah rasa iri kita, ketauhilah bahwa iri dan cemburu adalah dua hal yang berbeda. Kita perlu mengetahui perbedaan antara iri dan cemburu untuk mengetahui perasaan mana yang sebenarnya kita rasakan. Cemburu adalah respon terhadap ancaman kehilangan sesuatu yang sudah di miliki. Sedangkan iri adalah respon terhadap sesuatu yang tidak di miliki. Misalnya cemburu adalah apa yang kita rasakan ketika pacar kita di ganggu oleh orang lain, sedangkan iri adalah apa yang kita rasakan saat melihat teman kita membeli sesuatu yang baru.

Maka dari itu, ingatlah pengaruh buruk rasa iri terhadap diri kita. Berhentilah untuk menghakimi diri sendiri, perasaan iri bisa muncul dari rasa rendah diri. Kita hanya fokus pada karier, kepemilikan, pasangan yang kita ingingkan, dan keinginan ini timbul dari apa yang kita anggap tidak ada dalam diri kita. Belajarlah untuk tidak menganggap diri kita lebih rendah dari orang lain, dan situasi kita lebih buruk daripada orang lain. Berikut adalah beberapa tips untuk menghilangkan perasaan iri :

1. Hiduplah Dengan Standar Kesuksesan Kita Sendiri

Pixabay

Saat kita berada dalam fase kehidupan yang berbeda dari orang lain ingatlah bahwa tu bukanlah  sesuatu yang buruk. Hanya karena kita belum punya pekerjaan atau pacar, ini tidak berarti bahwa kita tidak setara dengan orang lain Hidup bukanlah sebuah daftar yang harus kita checklist setiap kotaknya supaya merasa bahagia. Semua orang perjalanan hidup yang berbeda, dan tidak satu pun yang lebih berarti atau lebih baik daripada yang lainnya. Kesuksesan adalah tentang mendapatkan kehidupan yang paling untuk kita dan kita sangat menikmatinya.

2. Ketahuilah Bahwa Kita Tidak Mengetahui Semuanya

Pixabay

Jika seseorang terlihat sempurna karena memiliki semua yang kita inginkan, tidak menutup kemungkinan bahwa ada juga sesuatu yang diinginkan orang tersebut. Berhentilah untuk menganggap hidup sesorang lebih baik dari kita dan iri terhadapnya. Kita mungkin tidak mengetahui kekurangannya, namun yakinlah, pasti mereka mempunyai kekurangan. Percayalah bahwa ada sesuatu yang tidak kita ketahui.

3. Ubahlah Apa Yang Bisa Kita Usahakan dan Terima Apa Yang Tidak Bisa Kita Ubah

 Pixabay

Ketahuilah hal-hal apa yang bisa kita ubah dan apa yang berada diluar kendali dan tidak bisa kita ubah. Gunakan waktu kita untuk memperbaiki keadaan yang bisa kita ubah, dan jangan buang waktu kita untuk hal yang tidak bisa kita kendalikan, karena itu percuma. Jika kita larut kedalam hal-hal yang tidak bisa kita ubah, ini akan menimbulkan depresi. Waktu kita dalam kehidupan ini terbatas, jadi jangan buang waktu anda untuk hal-hal yang tidak bisa diubah.

4. Habiskan Waktu Bersama Orang Yang Bersyukur

Pixabay

Jika teman-teman kita adalah tipe orang yang selalu membandingkan pekerjaan, pasangan, mengeluh tentang apa yang tidak mereka punya dan mencela yang mempunyainya, kita mungkin perlu mulai menghabiskan waktu bersama dengan orang yang berbeda. Bergaulah dengan orang yang bahagia, bukan mereka yang selalu pamer kebahagiaan, tetapi cukup bahagia sehingga tidak mencela orang lain atau terlalu banyak mengeluh. Carilah teman yang tidak mudah menghakimi, rendah hati, dan baik hati.

5. Ingatlah Bahwa Kita Yang Memegang Kendali Diri Sendiri

Pixabay

Jika kita seringkali merasa iri pada apa yang dimiliki orang lain, ingatlah bahwa kita juga bisa memilikinya, namun memilih untuk tidak memiliki. Belilah apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Contohnya jika kita ingin membeli baju model terbaru, kita mungkin bisa membelinya, tapi anda memilih untuk tidak membelinya karena sadar itu akan menghabiskan uang dan disisi lain kita masih memiliki baju yang masih layak untuk dipakai. Jika kita memilih sesuatu lebih bijaksana untuk diri sendiri, kita seharusnya bangga dengan keputusan tersebut.

Conclusion :

  1. Berhentilah untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan fokuslah untuk memperbaiki diri sendiri dan tidak menjad orang lain
  2. Anggaplah bahwa rasa iri adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan bukan penyebab  menjadi pribadi yang rendah diri

Featured Photo Credit Via Pixabay

 

Sumber :

  1. https://www.psychologytoday.com/blog/joy-and-pain/201401/what-is-the-difference-between-envy-and-jealousy
  2. https://www.psychologytoday.com/blog/envy/201312/melting-envy-the-brilliance-understanding-and-gratitude
  3. http://psychcentral.com/blog/archives/2013/07/31/your-life-choices-help-determine-energy-flow/
  4. http://psychcentral.com/blog/archives/2014/06/16/4-ways-to-benefit-from-envy/

 

 

 

 

 

 

Related Posts

Susah Mencari Pekerjaan Tetap? Pikirkan Untuk Menjadi Digital Nomaden

Banyak orang mengatakan jika mencari pekerjaan itu memang tidak mudah. Kita harus mengupayakan banyak cara

Banyak Blogger Yang Frustasi Karena 10 Hal Ini

Senang sekali rasanya melihat perkembangan dunia blogging khususnya di Indonesia pada saat sekarang ini, banyak

3 thoughts on “Sukseslah Tanpa Penyakit Hati Yang Dinamakan Iri”

Leave a Reply